Holla! I’m Back as Mom of 3 – Hamil Kembar tanpa Keturunan!

Hola mamma pappa! Setelah sekian lama vakum tidak menulis, rasanya kangen juga cerita melalui tulisan ini sekaligus sharing. Yes sesuai judul post ini, now I’m a mom of 3 kids. A twin boys coming to our little family! Sekarang sudah hampir memasuki usia 3 bulan.

Flashback sekilas tentang kehamilan ketiga saya (oh ya, saya pernah miscarriage di kehamilan pertama)! Siapa sangka di dalam perutku ternyata ada 2 janin yang sedang tumbuh. Yap, kami memang menginginkan adik untuk MY namun setahun, dua tahun ternyata kabar baik tidak kunjung datang. Kami sempat konsultasi ke dokter Obgyn kenapa kok malah susah ya hamil lagi. Diberikan vitamin, jadwal berhubungan, tidak juga membuat saya hamil. Malah jadwal mens jadi tidak lancar, rambut rontok, hormon jadi acak adut. Jadi kami pasrah saja. Ya mungkin memang belum diberikan rejeki. Atau memang kami hanya diberikan rejeki membesarkan 1 orang anak (MY).

Sekilas berjalan begitu saja, bulan demi bulan berlalu, saya iseng aja googling bagaimana supaya menjalani hidup sehat, kiat promil, ya cuma sekedar buat informasi tambahan saja. Lalu ketemulah istilah jus 3 diva yaitu jus wortel, apel , tomat. Saya pikir ga ada salahnya dicoba, toh ini bukan obat, cuma buah, anggap aja menjalani pola hidup sehat. Tiap pagi saya minum jus ini satu gelas 200ml. Tanpa berharap bakal hamil juga. Saya dan suami menjalani aktivitas kami seperti biasanya. Lalu tibalah masa saya telat datang bulan 1 minggu (kira- kira sudah satu bulan saya minum jus 3 diva). Tidak berani testpack, tapi kok feeling ya. Lalu iseng cerita ke suami. Apa coba beli test pack ya? Tapi takut kecewa karena pernah 2x telat, lalu test pack eh negatif. Berlalu beberapa hari, akhirnya coba beli dan test pack. Dan …. Dua garis muncul 🙂 Bahagianya pagi itu masih keinget sampai sekarang lho! Saya tidak langsung ke obgyn, karena kalo awal2 biasanya baru terlihat kantong. Jadi kami menunggu sekitar 2-3 mingguan lagi baru kontrol ke obgyn. Tapi selama itu, saya sudah konsumsi suplemen asam folat.

Lalu tibalah waktu pertama kami kontrol ke dokter obgyn. Kami kembali ke dokter obgyn saat hamil MY dulu karena kami sudah nyaman dan cocok dengan dokter tersebut. Nah benar memang saya sudah hamil berarti masuk 2 bulan. Sudah terdengar juga denyut jantungnya. Namun dokter pun terkejut, sepertinya ada dua janin. Pas di-usg cukup lama, benar ternyata hamil kembar. Kalau ditanya silsilah kembar, di keluarga suami dan saya juga tidak ada. Kami bersyukur dengan adanya rejeki double ini. Tapi di samping kebahagiaan itu memang kehamilan kembar termasuk kategori kehamilan beresiko. Saya dan suami benar – benar berdoa supaya dua bayi di dalam perut saya bisa tumbuh sehat sempurna.

4 bulan pertama kehamilan merupakan masa yang sulit karena saya mengalami morning sickness parah, tidak hanya morning tapi sore juga. Sehari bisa muntah sampai 4-5kali. Tidak bisa masak, sehingga saya pesan catering untuk makan sehari – hari. Namun dokter memotivasi saya, bahwa ini merupakan proses, namanya kembar, jadi double juga mual muntahnya 🙂 Saya berusaha kuat yang penting pertumbuhan bayi baik setiap bulannya. Kehamilan kembar juga memiliki banyak tipe, untuk kehamilan saya ini merupakan kehamilan fraternal atau non identik. Masing – masing janin bertumbuh dalam kantong dan plasenta masing – masing. Jadi mereka tidak akan berebut nutrisi. Biasanya ukuran berat kedua bayi tidak jauh berbeda.

Untuk vitamin yang diberikan dokter saya adalah 3/4 bulan pertama asam folat dan multivitamin. Memasuki bulan 4/5 dan seterusnya diberikan vitamin suplemen DHA dan juga kalsium.

Menjelan bulan kelima kehamilan, perut saya semakin membesar dan kami mau screening 4d dan diarahkan fetomaternal screening ke E*a Hospital. Fetomaternal screening merupakan screening kehamilan yang lebih lengkap untuk mengetahui kelainan pada janin pada kehamilan beresiko. Menurut saya, dokternya cukup detail memeriksa. Kita ditanya – tanya seputar pengetahuan kita tentang kehamilan, macam kuliah sama ini dokter. Dibagi ilmunya. Cuman kesannya rada galak dokternya. Tapi nggak apa, yang penting dokternya detail saat memeriksa. Dari posisi janin, dan juga organ – organnya. Dan syukur, hasil screening dua duanya sehat. Dan untuk billnya kami cukup shock, karena mahal ternyata, biayanya 3jutaan. Tidak termasuk obat atau vitamin ya. Ini hanya untuk biaya screeningnya (termasuk biaya dokter dan admin RS).

Kehamilan kembar saya mulai nyaman di usia 5-6 bulan. Memasuki bulan ke7 dengan perut yang semakin membesar, makan saya sudah tidak bisa banyak. Dan tidur mulai susah. Semua posisi sudah mulai serba salah. Kalau dirasa sesak, saya akan duduk sebentar baru kemudian berbaring lagi dengan hadap ke kiri. Dikarenakan kembar dan MY juga dilahirkan secara caesar, maka saya juga akan menjalani hal yang sama. Untuk operasi dijadwalkan di usia kehamilan week37. Sehingga saya harus menjaga dan mengurangi aktivitas supaya bisa sesuai jadwal. Tapi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan (prematur) dokter menjadwalkan saya untuk suntik pematangan paru. Jadi apabila terpaksa harus lahir darurat, bayi sudah siap. Suntik pematangan paru dijadwalkan di week 36, selama dua hari berturut – turut pagi dan malam. Saya mendapat 4 suntikan keseluruhan dan ini dilakukan oleh perawat dan harganya juga tidak mahal. Saya lupa seingat saya tidak sampai 300rb per sekali suntik/kunjungan.

Untuk proses melahirkan kita lanjut ke part 2 yuk!